SHARE

XXX

Siswa-siswi SMPK St. Fransiskus Asisi-Kramat, 18/12/2015, mengunjungi Rumah Singgah St. Antonius Padua di Jl. Tanah Tinggi II/7B, Johar Baru-Jakarta Pusat. Ada 23 siswa yang hadir didampingi oleh empat orang guru.

Kunjungan ini, menurut Kepala SMPK Fransiskus Asisi-Kramat, Sdr. Siprianus Sina OFM, dibuat dalam rangka menyambut dan memaknai perayaan Natal, 25 Desember mendatang. Lebih dari itu, Sdr. Sipri melanjutkan, perjumpaan dengan para pasien Rumah Singgah dalam kunjungan ini kiranya menyadarkan anak-anak tentang pentingnya menghargai sesama.

Hal senada disampaikan oleh Yani, Ketua OSIS SMPK St. Fransiskus. Melalui kunjungan ini mereka ingin berbagi kegembiraan Natal dengan orang-orang kecil. Masih menurut Yani, mereka menyisihkan uang saku untuk memberikan oleh-oleh kepada para pasien.

“Kami memberikan ini dari kekurangan kami dan kami berharap opa dan oma sehat dan cepat sembuh,” kata Yani siswa kelas VIII yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh rombongan dan juga oleh para pasien Rumah Singgah yang umumnya opa dan oma.

Sdr. Rian Safio OFM yang mewakili pihak Rumah Singgah mengucapkan terima kasih atas kunjungan anak-anak ke Rumah Singgah. “kedatangan kalian di sini memompa semangat kami (para pengurus) untuk melayani opa dan oma di sini dan memberikan semangat bagi opa-oma dalam menyambut Natal dan tahun baru’, kata sdr Rian.

Sdr. Rian Safio juga men-share-kan bahwa motif pelayan mereka di Rumah Singgah terutama untuk belajar dari orang-orang kecil sebagai tuntutan formasi diri menjadi fransiskan.

“Di sini, selain untuk melayani saudara/i yang ‘dipinggirkan’, yang tidak diperhatikan oleh keluarga dan masyarakat, para frater OFM ingin belajar menjadi saudara dari dan bagi orang-orang kecil.”

Kehadiran anak-anak dan para guru SMPK St. Fransiskus Asisi-Kramat memberikan semangat dan perasaan haru bagi para pasien. Opa Bongki (70), penderita hernia, mengaku terharu dengan kehadiran anak-anak. Dia tidak bisa menahan tangis melihat anak-anak yang peduli dengan meraka. “Saya terharu dengan anak-anak sekalian. Zaman saya sekolah tidak seperti ini. Kalian hebat dan amat mulia apa yang kalian lakukan hari ini.”

Hal senada disampaikan Mbah Gina. “Saya bangga dengan adik-adik.Saya juga bersyukur kepada Tuhan atas perhatian kalian. Kalian masih sekolah dan masih kecil tetapi hati kalian begitu besar untuk kami.” Mbah Gina pernah mendiami pingiran rel kreta api Senen. Kini ia menghuni Rumah Antonius Padua dan turut melayani sesama pasien untuk urusan makan-minum.

Selama kurang lebih tiga jam, rombongan SMPK Fransiskus Asisi-Kramat ada di Rumah Singgah. Mereka merangkul pasien. Bercerita dengan para pasien dan melantunkan lagu-lagu untuk menghibur para pasien.

Perjumpaan ini sungguh berkesan bagi anak-anak. Mereka merasa iba dengan para pasien yang tidak diperhatikan oleh keluarganya. Perjumpaan ini ditutup dengan makan siang bersama. Anak-Anak dan para guru melebur di antara pasien. Tidak ada sekat antara orang kaya dan miskin. Yang terjadi siang itu adalah perjumpaan penuh persaudaraan.)***

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here