SHARE

Pusat Ekopastoral Fransiskan Pagal mengadakan Pelatihan Pertanian Organik pada 23-26 November 2015 di Kampung Lalang, desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Flores

“Kegiatan ini” kata Frater Faris Jebada, salah satu staf Ekopastoral, “bertujuan untuk membagi pengetahuan dan cara bertani secara organik. Ekopastoral Fransiskan menawarkan kepada para petani kebijaksanaan alam. Mereka diajak untuk kembali menyadari bahwa alam memiliki cara khas untuk merawat dan memulihkan dirinya.”

“Selama ini warga Lalang masih menerapkan pola tanam tradisional tanpa tanaman prioritas. Mereka juga masih menggunakan pupuk kimia dalam bercocok tanam. Hal ini berpengaruh pada tingkat produktivitas dan pengeluaran yang tidak sebanding,” 12341397_1524788371171031_2902678801442201220_ntutur Frater Faris dengan nada prihatin.

Terkait kegiatan ini, Pater Tobias Harman OFM, selaku koordinator Ekopastoral Fransiskan-Pagal, menambahkan “ materi pelatihan pertanian organik di Kampung Lalang meliputi persiapan lahan, pembuatan pupuk, pembenihan, penanaman, sanitasi, dan panen. Ada dua tahap yang ditempuh. Pada tahap pertama, Tim penyuluh Ekopastoral Fransiskan Pagal memberi pelatihan mengenai metode persiapan lahan, pembuatan pupuk, pembenihan dan pananaman beberapa jenis sayur. Selanjutnya pada tahap kedua, diperkenalkan pengolahan pupuk organik, sanitasi, dan praktik pengolahan sawah . Dan tahap pelatihan mengenai pembibitan aneka sayur, sanitasi, panen, dan pemanfaatan pupuk ”

12341593_1524788541171014_4645146632560469038_nPater Tobi mengapresiasi semangat warga dalam mengikuti kegiatan ini. “Animo masyarakat Kampung Lalang terhadap pola pertanian organik cukup tinggi.” Namun apresiasi ini bukan tanpa kritik.

“Salah satu persoalan yang ada pada para petani kita ialah ketidaksabaran dalam mengikuti proses. Para petani cenderung bermental cari gampang. Hal ini yang membuat pola pertanian organik tidak menjadi pilihan.”

Namun Pastor yang meminati pertanian ini berharap agar melalui pelatihan ini warga Kampung Lalang bisa menerapkan cara bertani organik dan dengan sabar mengikuti proses untuk memperoleh hasil yang optimal.

(Kontributor: Sdr, Faris Jebada OFM)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here