SHARE

“Gunakan dan Buang”
Konsumerisme tak dapat dihindari diasosiasikan dengan menyia-nyiakan sumber alam, menyebabkan meningkatnya polusi dan terutama juga menghasilkan semakin banyak sampah. Konsumerisme juga erat dikaitkan dengan sikap “gunakan lalu buang”.

Setiap membeli dan menggunakan sesuatu, hendaknya selalu ada pertanyaan ini: dimanakah aku akan menemukan bahan mentah untuk kebutuhan konsumsi yang begitu banyak ini? Dimanakah akan aku tempatkan begitu banyak sampah yang aku hasilkan? Kapasitas alam untuk menyediakan sumbernya terbatas dan kemampuanya untuk mengurai sampah-sampah kita juga terbatas.

banyak sampah yang kita hasilkan, baik itu dalam bentuk padat maupun cair. Sebut saja, botol, kaleng, kemasan, jutaan kantong plastik, gonta-ganti pakayan, pisau cukur, mainan anak-anak, baterai, peralatan rumah tangga, komputer, furnitur, kertas, bahan anorganik dan produk beracun seperti cairan pembersih, kosmetik, cat, insektisida dan obat-obatan dan masih banyak lagi yang lainnya yang dapat kita temukan di rumah kita masing-masing.

Apa yang dapat kita lakukan terhadap sampah-sampah kita?
Masyarakat konsumtif kita ini telah menjadi “masyarakat sampah”. Di negara-negara industri maju, disediakan tempat penampungan sampah. Akan tetapi volume sampah semakin hari semakin meningkat. Sebagian sampah dapat didaur ulang, sebagian besar dibakar di tempat pembakaran sampah. Di negara-negara berkembang, 25-50% sampah solid tak terkumpul, dan dapat mengancam kesehatan manusia.

Tempat Pembakaran bukanlah solusi, mengapa? karena:

  • Menghasilkan dioksin dan furan ke atmosfer. Keduanya sangat beracun meski dalam konsentrat rendah.
  • Tempat pembakaran sampah menghasilkan debu dan residu beracun setara dengan 1/3 dari sampah yang dibakar.
  • Meskipun dalam hal tertentu energi yang dihasilkan dari proses pembakaran dapat digunakan, tetapi itu tidak sama dengan energi yang disimpan jika sampah-sampah itu bisa didaur ulang.

Reduce, Reuse, dan Recycle
Sampah dan limbah kita menghasilkan sejumlah besar gas methana. Methana adalah gas penghasil efek green house. Zat ini lebih berbahaya daripada karbondioksida (CO2). Satu kilogram methana menghasilkan efek green house setara dengan 21 kilogram karbondioksida (CO2). Karena alasan inilah, maka kita harus mempunyai rencana lain bagaimana harus mengatasi sampah-sampah kita. Tiga R ekologis dapat dijadikan sebagai kunci yang tepat untuk menanggapi masalah ini: reduce, reuse dan recycle.

Apa yang dapat kita lakukan?

Reduce: hal pertama yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan adalah mengurangi konsumsi. Dengannya kita dapat menghemat penggunaan sumber daya alam, mengurangi jumlah sampah dan polusi. Hindari:

  • “Gunakan dan membuang” prodak (Use and throw away)
  • Hindari terlalu banyak menggunakan barang kemasan
  • Korek api non refilable, baterai kamera sekali pakai
  • Menggunakan plastik dan styrofoam sebagai nampan untuk daging, sayur, etc, karena terbuat dari bahan polutan yang sangat kuat.

Reuse: menggunakan sesuatu berkali-kali

  • Jangan membuang sesuatu jika pecah atau retak, perbaiki
  • Gunakan kembali, tas, kardus, amplop, stofles atau wadah-wadah yang lain
  • Beri perioritas terhadap barang-barang yang berlabel ekologis, karena dapat digunakan untuk waktu yang lama, sebab dapat diganti dengan bagian yang berbeda dari prodak (cek ketersediaan suku cadang).
  • Pilihlah barang yang terbuat dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang
  • Pilihlah barang yang kemasannya dapat didaur ulang atau dapat digunakan kembali

Recycle: sampah kita dapat menjadi bahan baru

  • Kardus dan majalah dapat dimodifikasi menjadi box/ kotak untuk menyimpan sesuatu
  • Mendaur ulang/ membawa ke tempat daur ulang plastik yang dapat menjadi bahan dasar untuk pembuatan pipa air, matras, botol, spare part mobil, dll
  • Kaca dan alumunium dan didaur ulang untuk menjadi produk gelas/kaca dan alumunim baru
  • 50% sampah rumah tangga dapat dibuat menjadi kompos
  • Praktik pemilahan sampah. Dorong para pembuat kebijakan untuk menerapkannya di tempat-tempat umum.
  • Gunakan kertas daur ulang
  • Gunakan kedua sisi kertas. Kertas yang telah digunakan dapat dipakai unutk catatan
  • Kumplkan furnitur, komputer, peralatan rumah tangga, dll, untuk digunakan atau didaur ulang bagian tertentunya.

Beberapa hal yang menjadi anjuran di atas dapat kita terapkan sesuai dengankeadaan kita. tulisan ini kemudian terutama mengajak kita untuk memperhatikan kembali gaya konsumsi kita. Apakah dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak menghasilkan sampah ataut idak? Dapatkah kita mengurangi atau mengatasi masalah sampah ini mulai dari rumah tangga, komunitas dan tempat kerja kita?

Sdr. Charlest, OFM berdasarkan Dokumen Care for Creation in The Daily Life of Friars Minor.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here