SHARE

Belasan peserta menghadiri nonton bareng (nobar)  film ‘Before the Flood’ dan ibadat ekologi di Sekretariat JPIC OFM, Galur, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat (Senin, 27/02). “Acara nobar dan ibadat ekologi ini dilakukan dalam rangka mempeingati peristiwa bersejarah yaitu seluruh pemuka agama di dunia berkumpul di Assisi untuk mendoakan dan menyerukan perdamaian dunia atau yang dikenal dengan sebutan The Spirit of Assisi,” tutur Sdr. Charles OFM.

Film dokumenter yang menarasikan tentang ancaman perubahan iklim ini menggugat hidup keseharian peserta yang hadir. Nando Nujun, seorang mahasiswa di STF Driyarkara yang turut hadir dalam acara ini mengaku bahwa dirinya telah turut mengambil bagian mempercepat arus perubahan iklim selama ini.

Menurutnya film ini mengajak dia untuk hidup ramah lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, mematikan lampu saat tidur, menggunakan kendaraan umum, dan hal-hal praktis lain.

Hal yang sama diungkapkan oleh Fr. Marsel OFM. “Perlu terobosan-terobosan kecil dalam hidup sehari-hari untuk turut ambil bagian dalam usaha memulihkan lingkungan yang sudah rusak,” ungkapnya.

Sementara Fr. Alders Jangkar OFM mengatakan film ini meneguhkan pilihannya sebagai fransiskan. “Saya berpikir pilihan hidup sebagai fransiskan menjadi menarik karena pilihan-pilihan kecil kita setiap hari seperti yang ditawarkan dalam film tersebut. Dosa terbesar kita kekurangan niat untuk bertindak,” tuturnya.

 

Ibadat Ekologi: Meneguhkan Komitmen

Komitmen-Komitmen untuk hidup ekologis yang diinspirasi oleh film diteguhkan dengan ibadat bertema ‘Perubahan Iklim dan Panggilan untuk Bertobat’.

Ibadat ini dipimpin oleh Sdr. Jhony Dohut OFM. Teks ibadat ini dibuatnya secara amat kreatif mengajak peserta untuk mensyukuri panggilan untuk mengambil bagian dalam upaya menjaga dan merawat ciptaan.

Rian Safio

 

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here