SHARE

MANADO, jpicofm.com – Para Animator JPIC Fransiskan di Indonesia yang tergabung dalam Inter Fransiscan For JPIC (INFO JPIC) kembali mengadakan pertemuan tahunan (19-25/8) di Lotta, Manado. Pertemuan INFO JPIC merupakan cara para Animator JPIC yang mengikuti spiritualitas Santo Fransiskus dari Assisi untuk saling berbagi cerita dan membangun komitmen bersama dalam perjuangan menegakkan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan.

Pertemuan INFO JPIC 2017 mengambil tema Penguatan Pangan Demi Kesejahteraan Hidup Bersama dibuka resmi oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benediktus Estephanus Rolly Untu, MSC dalam perayaan Ekaristi Sabtu Sore (19/8) di Gereja Paroki St. Yohanes dan Kornelius Lotta, Manado.

Uskup Benediktus dalam kotbahnya menegaskan bahwa pekerjaan utama sebagai orang Kristen adalah mencari Kerajaan Allah. “Yang dibutuhkan dari kita adalah mencari Kerajaan Allah dan bersyukur karena kita memperoleh yang dasar dalam kehidupan kita yaitu cinta kasih dari Allah,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa perjuangan menegakan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan bukanlah pekerjaan mudah. Kita harus memiliki komitmen dan kepercayaan yang teguh kepada Tuhan.

“Kita harus mampu meninggalkan segala-galanya agar fokus pada perjuangan. Kita juga membutuhkan keyakinan yang teguh kepada Tuhan. Keyakinan bahwa Tuhan hadir dalam setiap pekerjaan dan perjuangan merupakan kekuatan utama dan perlu kerelaan untuk menyerahkan diri seutuhnya pada Tuhan,” kata Uskup Benediktus.

Pemimpin Umum Tarekat suster Dina Santo Yosep (DSY) Manado, Sr. Veronika Manaan, DSY menegaskan bahwa mengusahakan pangan gisi dan sehat merupakan aktualisasi iman kepada Tuhan. “Sebagai orang beriman kita patut membaharui diri dengan memperlakukan lahan-lahan ibu bumi sedemikian rupa agar tumbuhlah di sana pangan sehat yang menjadi penopang kesejahteraan hidup manusia,” tegasnya dalam sambutan untuk menerima peserta pertemuan INFO JPIC.

Sr Veronika DSY yang juga sebagai ketua Penyelenggara pertemuan INFO JPIC 2017 juga mengingatkan kepada para animator JPIC yang pengikuti pertemuaan supaya terus menerus memotivasi, menganimasi sebanyak mungkin para petani dan masyarakat termasuk komunitas-komunitas biara untuk memanfaatkan lahan pekarangan menanam pangan dengan sistem yang sehat, berkeadilan bagi tanah, udara dan air.

“Para animator yang melakukan pertemuan tidak hanya menjadi pemikir tetapi harus menjadi pengelola dan pelaksana yang harus selalu mengusahakan pangan gisi dan sehat bersama semua orang yang dilayani.” Tegasnya.***

Valens D

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here