SHARE

Baradatu, JPICOFM.comĀ Uskup Keuskupan Tanjung Karang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengajak keluarga Katolik menjadi keluarga yang mmebentuk kemanusiaan.

Hal ini disampaikannya dalam homili perayaan puncak pesta Pelindung Paroki Keluarga Kudus, Baradatu, Kabupaten Wai Kanan pada Minggu, 31/12.

“Belajar dari Keluarga Kudus Nazareth, Yosef, Maria dan Yesus, keluarga Katolik hendaknya menjadi pembentuk kemanusiaan, yaitu menghasilkan manusia-manusia yang cinta damai, menjadi teman dari semua orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menekankan pentingnya contoh nyata dari orang tua. “Anak akan menjadi pembawa damai jika di rumah ia menemukan keharmonisan, sebaliknya ia akan menjadi pembawa kehancuran bahkan bagi masyarakat jika dia mendapatkan kedua orang tuanya selalu bertengkar,” terangnya.

Hal ini tidak terlepas dari rencana Arah Dasar Keuskupan Tanjung Karang yang menjadikan tahun 2018 sebagai tahun ret-ret agung keluarga.

“Untuk mewujudkan harapan di atas, keluarga harus mulai dengan doa bersama, baca Kitab Suci bersama, dan makan bersama, yang mana hal-hal tersebut sudah semakin ditinggalkan oleh keluarga Katolik dengan alasan capek dan sibuk,” tegasnya.

Sementara itu, Pater Kristian Emanuel Stefan, OFM yang adalah Pastor Paroki Keluarga Kudus mengajak keluarga di seluruh paroki yang meliputi Kabupaten Wai Kanan untuk bersyukur atasa anugerah sepanjang tahun 2017 dan hendaknya di tahun 2018 dapat melaksanakan amanat ARDAS dengan terus setia menjadi keluarga Katolik yang menjadi sahabat bagi semua.

Perayaan Puncak ditutup dengan kegiatan pentas seni, perlombaan tumpeng antar stasi, pembagian hadiah beberapa perlombaan dan juga penutupan tahun 2017 sekaligus membuka tahun 2018 dengan doa dan berkat dari Mgr. Harun.

Selamat pesta pelindung paroki, selamat menutup tahun 2017 dan selamat menyambut tahun baru 2018.

Sdr. Charlest, OFM

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here