Sdr. Darmin Mbula, OFM saat memberikan materi Ekopedagogi di hadapan para peserta.

Bogor, JPICOFMIndonesia.com – Hari kedua pertemuan Yayasan Pendidikan Persekolahan Fransiskan Seluruh Indonesia (13/10) di isi dengan Seminar yang menghadirkan tiga pemateri yaitu Sdr. Gusti Nggame, OFM, Sdr. Darmin Mbula, OFM dan Sdr. Peter Aman, OFM.

Sdr. Darmin Mbula, OFM sebagai pemateri kedua berbicara tentang Ekopedagogi Fransiskan.

Darmin memaparkan bahwa Ekopedagogi muncul dari keprihatinan dunia yang kapitalis. Dunia ini hanya dikelola oleh elit-elit kapitalis dan hanya menguntungkan segelintir orang dan menyebabkan begitu banyak penderitaan bagi orang-orang kecil yang disebut world riskh society.

Mengutip Gandhi Doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta ini mengatakan bahwa dunia ini cukup bagi banyak orang tetapi tidak bagi segelintir orang serakah.

Ekopedagogi Sebagai Jawaban

Mengutip seorang ahli, Pastor Darmin menegaskan pentingnya Ekopedagogi sebagai sebuah jawaban untuk model pedagogis yang berkembang sekarang ini.

“Menurut Moacir Gadotti, Ekopedagogi merupakan sebuah gerakan pedagogis, sosial dan politik dan sebuah pendekatan kurikuler dan proyek integral untuk sebuah peradaban baru yang merangkul sebuah paradigma ibu bumi yang berlawanan dengan paradigma pengetahuan, budaya, pedidikan, ekonomi dan politik dan masa depan yang sangat anroposentrik dan peradaban kapitalistik,” kutip Darmin.

“Dalam konteks Indonesia Ekopedagogi digagas oleh Ki Hadjar Dewantara dengan konsep pancadarma (kodrat alam, kebebasan, kemanusiaan, kebudayaan, dan kebangsaan). Romo Mangunwijaya meneruskannya dengan konsep pendidikan pemerdekaan,” lanjutnya.

Bagi Ketua Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) ini, untuk menanggapi situasi global, seperti perubahan iklim yang ekstrim, kehancuran bentuk organik dari pertanian dan kehidupan, dan globaliasai budaya konsumerisme, maka ekopedagogi menjadi jawaban untuk kebutuhan kita semua sebagai insan pendidikan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pendidikan itu adalah mengubah cara berpikir, cara hidup dan cara bertindak untuk menghadapi dunia yang serba kompleks, cepat dan berubah-ubah. Menyiapkan orang untuk berpikir, bagaimana hidup, dan bagaimana kehendak, dan tindakannya berhadapan dengan lingkungan. Kalau lingkungan rusak, berarti ada yang salah dalam cara berpikir, cara hidup, dan cara bertindak.

Ekopedagogi menuju Kurikulum Integral Holistik Berbasis Relasi Cinta Kasih

Menurut pemilik nama lengkap Vincentius Darmin Mbula Sekolah-sekolah Katolik secara khusus yang dikelolah oleh para Fransiskan dipanggil dan ditugaskan untuk mendesain kurikulum integral agar berkarakter dan berkualitas.

“Karakterisktik sekolah kita bukan hanya untuk unggul akademik tetapi juga membawa pertobatan sejati bagi peserta didik untuk semakin menjadi warga bumi yang bertanggungjawab dan demokratis demi kebaikan umum dan terus-menerus belajar secara reflektif-kritis untuk membangun dunia yang lebih baik, indah dan benar sesuai dengan budaya Injil, tradisi dan Ajaran Sosial Gereja,” tegasnya.

Pastor Darmin menyimpulkan dalam materinya bahwa dibutuhkan sebuah paradigma ekopedagogi baru untuk pendidikan dan kehidupan yang dikembangkan dari perspektif pedagogi Fransiskan.

“Inilah Paradigma kasih persaudaraan universal alam semesta. Paradigma ini adalah tugas untuk memberdayakan peserta didik dan masyarakat untu menyiapkan dan mewujudkan bentuk-bentuk perdamaian, keadilan, dan keutuhan ciptaan ekologis dari peradaban kasih persaudaraan umat manusia semesta. Sekolah-sekolah kita dipanggil untuk berkontribusi dalam menciptakan sebuah masa depan ekologis yang penuh kasih persaudaraan dan humanisme persaudaraan,” tutupnya.

Charlest, OFM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here