Tolak Proyek Panas Bumi Wae Sano, Ini 8 Tuntutan Warga

0
610
Perwakilan Masyarakat Wae Sano sedang membacakan tuntutan Masyarakat Wae Sano di depan kantor DPRD Manggarai Barat

LABUAN BAJO, JPIC OFM Indonesia; Komunitas masyarakat Wae Sano, Desa Wae Sano, Kec. Sano Nggoang menolak kehadiran proyek pengembangan panas bumi di Desa Wae Sano.

Mereka menilai kehadiran proyek dengan dalil “memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan pariwisata, membangun infrastruktur, dan untuk kesejahteraan masyarakat” membunuh masa depan mereka.

Melalui siaran pers yang diterima jpicofmindonesia.com,Kamis (20/12), komunitas masyarakat Wae Sano melayangkan delapan tuntutan kepada pemerintah baik untuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Berikut Delapan Tuntutan Masyarakat Wae Sano

1. Menuntut dan mendesak Menteri ESDM, Ignasius Jonan di Jakarta untuk segera menghentikan rencana eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di WKP Wae Sano, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat.

2.  Menuntut dan mendesak Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Jakarta untuk segera menghentikan rencana eksplorasi dan eksploitasi oleh PT Sarana Multi Infra Struktur di WKP Wae Sano, selaku perusahaan Badan Usaha Milik Negara di bawah KementerianKeuangan Republik Indonesia.

3. Menuntutdan mendesak PT Sarana Multi Infrastruktur untuk segera menghentikan segala aktifitas di Desa Wae Sano, termasuk berhenti membuat konflik antar- sesama masyarakat Desa Wae Sano dan sekitarnya.

4.  Menuntut dan mendesak Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Jakarta untuk menolak rencana eksplorasi dan eksploitasi geothermal, dan mendukung pengembangan pariwisata Danau Sano Nggoang yang berbasis pada masyarakat.

5.  Menuntut dan mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya untuk segera turun tangan, menghentikan rencana pengembangan panas bumi yang, berpotensi besar merusak lingkungan dan ekosistem, juga Danau Sano Nggoang sebagai salah satu danau vulkanik kebanggaan Provinsi NTT.

6. Mendesak dan menuntut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, DPRD Provinsi NTT untuk serius melakukan moratorium tambang di NTT, termasuk di dalamnya menghentikan rencana pengembangan panas bumi di WKP Wae Sano dan wilayah lainnya di NTT.

7.  Mendesak dan menuntut Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, dan DPRD Kabupaten Manggarai Barat untuk menindaklanjuti aspirasi penolakan rencana pengembangan panas bumi di WKP Wae Sano ke Pemerintah Pusat.

8.  Mendesak dan menuntut Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong untuk berhenti memfasilitasi niat jahat pihak PT SMI dalam mengembangkan panas bumi di WKP Wae Sano, sebaliknya harus tunduk dan taat pada suara rakyat selaku pihak yang memberikan mandat kepada Anda sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat.

Untuk diketahui, hari ini (Kamis 20/12-red) ratusan warga masyarakat Wae Sano melakukan aksi demontrasi di kantor DPRD Labuan Bajo, Manggarai Barat.)***

Rian Safio / JPIC OFM Indonesia

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here