Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, foto. Harian Warta Kota/henry lopulalan

JAKARTA,  JPIC OFM Indonesia_ Uskup Keuskupan Agung Jakarta,  Mgr.  Ignatius Suharyo, hadir memimpin perayaan Ekaristi syukur 50 tahun berdiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara,  di Gereja St. Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat,  Sabtu,  15/2/2018.

Dalam homilinya, Ketua Konferensi Wali Gereja (KWI) itu menegaskan, belajar filsafat bukan untuk menguasai kebenaran,tetapi untuk tunduk pada kebenaran.

Hal yang sama, tambah Uskup Suharyo,  sapaan karibnya, dalam belajar teologi. “Belajar teologi (juga)  bukan untuk menguasai dan mengetahui seluruh tentang Allah,  tetapi untuk tunduk pada Allah,” tandas dia.

Adapun filsafat dan teologi merupakan dua program studi yang dikembangkan di lembaga yang didirikan pada Februari 1969 itu.

Untuk diketahui, perayaan ekaristi dilakukan secara konselebrasi, dengan konselebran utama Mgr. Ignatius Suharyo (Uskup KAJ), didampingi oleh Mgr. Adrianus Sunarko (Uskup Pangkalpinang), Mgr. Paskalis  Bruno Syukur OFM (Uskup Bogor), RP Mikhael Peruhe (Provinsial OFM), RP Petrus Sunu Hardiyanta SJ (Provinsial SJ), RD Simon Petrus L. Tjahjadi (Ketua STF Driyarkara, dan sejumlah dosen STF Driyarkara.

Rangkaian acara syukur ini dilanjutkan dengan tampilan dari mahasiswa STF Driyarakara dan makan siang bersama bertempat di Aula Gereja St. Paskalis.

“Perayaan ekaristi hari ini merupakan pembuka seluruh rangkaian kegiatan untuk memeriahkan 50 tahun STF Driyarkara. Beberapa kegiatan tersebut antara lain, pelombaan di bidang olehraga, bakti sosial, seminar, pertunjukan teater dan sebagianya,” kata RP. Iron Rupa OFM, Ketua Panitia Lustrum X STF Driyarakara.)***

Rolan Lantur OFM 

 

Komentar

Komentar