Duta Damai Tanah Papua Itu Berpulang

0
245
Pater Neles Tebay. (Foto: ucanews.com)

JAKARTA, JPIC OFM Indonesia – Kabut duka menyelimuti bumi Papua. Peter Neles Tebay, Pr, seorang tokoh HAM dan duta damai Papua, berpulang ke pangkuan ilahi, di Rumah Sakit Sint Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu, 14 April 2019, pukul.12.15 WIB

Kepulangan sang rektor Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur itu dibenarkan oleh Sekretaris Eksekutif Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) RD. Sipri Hormat, Minggu, 14 April 2019 siang.

“Ya, benar hari telah kembali ke rumah Bapa, Pastor Neles Tebay yang merupakan tiang Gereja di Papua, harapan umat, dan masyarakat Papua, juga intelektual Papua. Mari kita berdoa untuk almarhum,” ujarnya, seperti dilansir beritasatu.com

Imam diosesan Keuskupan Jayapura Papua itu diketahui, selama beberapa pekan terakhir, dirawat di RS. Sint Carolus karena mengidap penyakit kangker tulang.

Duta Damai Bumi Cenderawasih

Peter Neles Tebay bukan sekadar sebuah nama. Akan tetapi, lebih dari itu. Di balik nama itu terpahatkan pribadi seorang anak manusia yang membaktikan hidupnya untuk mereka yang haknya tertinggirkan dan dan tertindas.

Ia lantang menyuarakan suara anak Papua yang tak mampu bersuara atau mereka yang bersuara namun tak didengar. Suara itu tidak hanya berdegup kencang di Papua, tetapi juga di level nasional bahkan level internasional.

Melalui Organisasi Jaringan Papua Damai (JPD) yang dibidaninya, Pastor Neles, begitu sapaan akrabnya, membuka ruang dialog antara Jakarta dan Papua. Bukan untuk sebuah ketenaran, tetapi untuk Tanah Papua yang damai.

“Ketajaman pena pastor Neles Tebay merupakan salah satu jembatan emas bagi dialog damai Papua-Jakarta. Tebay adalah permata damai di hati setiap manusia pencinta damai,” ungkap Pengamat Papua, Wolas T Krenak.

Pada tahun 2013 silam, perjuangannya untuk Tanah Papua damai diakui oleh Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-soon yang berada di Seoul, Korea. Ia mendapat penghargaan sebagai tokoh yang giat memperjuangkan keadilan dan perdamaian.)***

Oleh: Rian Safio/JPIC OFM Indonesia

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here