Infografis Hubungan Antara Pemilu dan Krisis Lingkungan di NTT

0
227

Kupang, jpicofmindonesia. comTak sedikit orang bangga dengan sejumlah kebijakan investasi yang masuk ke NTT. Sejumlah kebijakan itu juga tengah membuat tak sedikit orang gusar dan gelisah, sebab, narasi kesejahteraan yang sejak awal dibangun justru telah berdampak buruk bagi rakyat dan ruang hidupnya.

Di NTT, misalnya, kebijakan investasi tambang dan geothermal, perkebunan tebu dan kemiri sunan, pariwisata masal, hingga industri garam justru secara sistematis memangsa rakyat dan ruang hidupnya.

Tanah dirampas dan dialihfungsikan, akses terhadap air dipersulit dan hilang, wilayah tangkapan nelayan perlahan lenyap. Bahkan petani bernama Poro Duka yang menolak tanahnya dirampas, ditembak mati polisi, hanya untuk membangun infrastruktur pariwisata.

Ironisnya, deretan persoalan itu sama sekali tak mendapat tempat dalam panggung politik nasional dan daerah. Capres-cawapres, caleg, berikut seluruh parpol yang ada sibuk membangun ilusi dengan janji-janji yang susah diterima akal sehat.

Baca Juga: Apa Urgensi Pemilu 2019 Bagi Penyelesaian Krisis Lingkungan di NTT?

Kondisi itu, tentu memunculkan sejumlah pertanyaan penting dan fundamental, untuk siapa dan apa pesta elektoral digelar, menghabiskan biaya (uang rakyat) yang besar, jika tak berhubungan dan berimplikasi pada terselesainya sejumlah soal dan krisis rakyat?

Atau, untuk apa memilih ribuan caleg nasional dan daerah itu, jika mereka sendiri saja masa bodoh atau tak paham dengan masalah yang dihadapi rakyat itu sendiri?*

Simak infografis berikut ini:

Infografis: Pemilu dan Krisis Lingkungan di NTT

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here