Prapaskah Bersama St. Fransiskus Assisi: Perhatian Sejati Kepada Orang Miskin

0
197

Senin dalam Pekan Suci

“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” (Yoh 12:5)

Pertanyaan Yudas dalam Injil hari ini dapat menjadi sebuah perdebatan yang hampir tak ada habisnya tentang peran sedekah dan kasih dalam kehidupan Kristiani. Tampaknya Fransiskus sangat sadar akan tipu daya dan akal-akalan beberapa orang yang ingin mengikutinya. Beberapa penulis biografi St. Fransiskus menceritakan tentang seorang yang dikenal sebagai Saudara Lalat.

Sesudah sang Santo berkhotbah, seorang datang kepadanya dan dengan rendah hati meminta agar diterima ke dalam Ordo. Sang Santo berkata kepadanya: “Jika engkau mau bergabung dengan orang-orang miskin Allah, pertama-tama haruslah engkau memberikan harta milikmu kepada orang-orang miskin dunia ini”.

Mendengar hal itu pergilah orang itu dan terdorong oleh cinta kasih kedagingan dia membagi-bagikan harta miliknya kepada kaum kerabatnya dan tidak memberikan sesuatu pun kepada orang-orang miskin. Terjadilah bahwa ketika dia kembali dan menceriterakan kepada sang Santo kemurahan hatinya yang mulia itu, seraya menertawakannya Bapa itu berkata:

“Pergilah, saudara lalat, sebab engkau belum keluar dari rumahmu dan kaum kerabatmu. Engkau telah memberikan harta milikmu kepada kaum kerabatmu dan engkau telah menipu orang-orang miskin; engkau tidak pantas untuk dimasukkan kedalam kelompok orang-orang miskin yang suci. Engkau telah memulai dengan daging, engkau telah meletakkan landasan yang bobrok untuk bangunan rohani”.

Orang yang bersifat kedagingan itu kembali kepada kaum kerabatnya dan memperoleh kembali harta miliknya yang tidak mau ditinggalkannya untuk orang-orang miskin dan karena itu dengan segera meninggalkan cara hidup yang saleh._ (2Cel 81)

Ketegangan antara kepemilikan materi dan kehidupan rohani selalu menjadi bagian dari kehidupan keagamaan. Kita melihatnya di lembaga agama kita sendiri dan dalam kehidupan kita sendiri.
Fransiskus tahu betapa banyaknya bahaya uang. Jika kita mendengarkan peringatannya dan berusaha untuk menjalankan cita-citanya, maka kita akan yakin bahwa kita tidak akan pergi menjauh dari jejaknya.

Doa St. Fransiskus
Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Air; dia besar faedahnya, selalu merendah, berharga dan murni. Amin

Franski, OFM

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here