Prapaskah Bersama St. Fransiskus: Salib di Depan Kita

0
164
St. Fransiskus Assisi di hadapan Salib San Damiano

Minggu Palem

Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia. (Yoh 12:13)

Salib ada di hadapan kita sekarang, menantang kita tanpa kata-kata untuk mencintai melampaui kematian. Luangkan waktu dalam minggu ini untuk mengingat kembali peristiwa dalam hidup yang telah memberi kita pengalaman akan perintah Yesus untuk memikul salib kita masing-masing dan mengikutiNya.

St. Klara adalah salah satu pengikut pertama St. Fransiskus. Dibesarkan dalam keluarga kaya, yang rumahnya satu halaman dengan katedral Assisi, dia pasti sering mendengar Fransiskus berkhotbah. Tergerak oleh pesan radikal tentang kemiskinan Injil, dia memutuskan untuk mengikuti Fransiskus dan sahabat-sahabatnya.

Pada malam di hari Minggu Palem di tahun 1212 Klara meninggalkan rumahnya dan berjalan melalui lorong-lorong kota Assisi yang gelap menuju gerbang kota yang menuntunnya pada kehidupan baru.

Mungkin sulit bagi kita untuk membayangkan betapa ini merupakan keputusan dramatis bagi Klara. Ia meninggalkan segala kemapanan, nama baik, jaminan hidup bahkan keluarganya.

Kita juga dipanggil untuk berani keluar dari zona nyaman kita, untuk mengambil langkah-langkah mengikuti Injil secara lebih radikal dalam kehidupan kita. Mungkin diawali dengan langkah kecil atau malah langsung sebuah langkah drastis seperti Klara yang meninggalkan rumah untuk bekerja di antara orang miskin dan penderita kusta.

Kesamaan dari langkah-langkah ini adalah iman, bahwa Tuhan memimpin kita dalam perjalanan ini. Dan seperti Fransiskus dan saudara-saudaranya menyambut Klara, demikian pula persekutuan para kudus menemani dan meneguhkan kita dalam perjalanan kita ini.

Doa St. Fransiskus 
Allah yang mahatinggi dan penuh kemuliaan, terangilah kegelapan hatiku dan berilah aku iman yang benar, pengharapan yang teguh, dan kasih yang sempuma;

Berilah aku, ya Tuhan, perasaan yang peka dan budi yang cerah, agar aku mampu melaksanakan perintah-Mu yang kudus dan takkan menyesatkan. Amin

Franski, OFM

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here