Trisakti Siapkan SDM Unggul Jawab Tantangan Global

0
116
Foto: Lexi Nantu
JAKARTA, JPIC OFM Indonesia – Institut Teknologi & Transportasi (ITL) Trisakti terus bertransformasi untuk menjadi kebanggaan bangsa dalam menghadapi tantangan global soal revolusi dan disrupsi teknologi 4.0.
Hal itu dilakukan dengan membangun kolaborasi antara ITL Trisakti dengan pemerintahan dan perguruan tinggi serta sektor industri dalam dan luar negeri guna menyediakan SDM unggul yang berkarakter Pancasila, berwawasan kebangsaan, dan berkompetensi transformasional serta bereputasi global dalam bidang transportasi dan logistik.
Komitmen dan optimisme itulah yang digaungkan oleh civitas akademika ITL Trisakti saat merayakan Dies Natalis ke-49 kampus itu di tahun ini.
Beragam kegiatan dan forum akademik digelar untuk mempertegas visi global tersebut. Salah satunya seminar untuk memperkuat kompetensi dan kapasitas jabatan akademik para dosen ITL Trisakti, Jumat (5/4/2019).
Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Lembaga Layanan Direktorat Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI, Wilayah 3, Dr. M. Samsuri. SPd., MT.
Samsuri menyoroti pentingnya pembangunan SDM dan kualitas internal kampus. Para dosen terus-menerus meningkatkan diri, berdaya saing global, dan berintegritas.
Mental seperti itulah yang harusnya diperlihatkan kepada mahasiswa dan masyarakat. Itulah yang menentukan kualitas sebuah kampus.
“Akreditasi sebuah kampus bukan ditentukan faktor eksternal. Kualitas internal yang menentukan. Jadi jika ada interaksi akademik, dialog pengetahuan terus-menerus, update dengan kemajuan global, kualitas itulah yang harus ditunjukkan ITL Trisakti kepada Indonesia dan dunia. Itulah yang menentukan nilai akreditasi,” tegasnya di hadapan para dosen yang hadir.
Samsuri menambahkan pesatnya kecanggihan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 memberikan dampak di segala bidang kehidupan. Dosen harus membekali dirinya dengan perkembangan yang ada, menunjukkan kepada mahasiswa betapa pentingnya penguasaan atas teknologi dan dampak yang ditimbulkannya.
“Kita tahu bahwa dunia dipenuhi dengan teknologi, kita dihadapkan dengan hal itu sedangkan negara luar seperti Jepang sudah bisa menyeimbangkan penggunaan teknologi di berbagai sektor kehidupan dan mereka mampu menggunakannya,” katanya.
Seperti halnya penggunaan teknologi transportasi ojek online, sambunya, bisa jadi 10 tahun ke depan akan menjadi drown online untuk bepergian, sehingga mengurangi kemacetan. Dalam mengantisipasi hal ini, Indonesia mempunyai peluang yang luar biasa dalam menghadapi bonus demografi.
Penggerak pendidikan atau dosen, tambahnya, harus bisa mentransfer ilmu sekreatif mungkin, sesuai dengan karakter milenial mahasiswa, dan bagaimana menghasilkan lulusan yang justru untuk mencetak teknologi yang sekarang ini belum bisa dilakukan.
“Bukan lulusanlah yang dikuasai oleh teknologi, namun teknologilah yang dikuasai oleh lulusan,” tegasnya.
Untuk itu perlu diterapkan tata kelola kelembagaan yang baik dan berkualitas. Hal itulah yang disoroti rektor ITL Trisakti, Tjuk Sukardiman dalam sambutannya.
“Di era kompetisi saat ini membangun tata kelola perguruan tinggi sangat penting, baik dari sisi transparansi, fairness, accountability maupun responsibility. Jangan sampai mengelola sebuah lembaga, masalah tata kelola ditinggalkan dan dihindari,” katanya penuh antusias.
Untuk mewujudkan sebuah kampus yang ideal dengan pengelolaan yang baik, Tjuk mensyaratkan kepemilikan infrastruktur yang memadai, sarana dan prasarana, dan sumber daya manusia yang berkompetensi di bidangnya.
Selain itu dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing perlu dilakukan koordinasi dan kerjasama. Inilah kunci keberhasilan ITL Trisakti dalam penerapan tata kelola perguruan tinggi yang baik, tutupnya.)***
Lexy Nantu

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here