Tahbisan Diakon OFM, Uskup Bogor Minta Para Diakon Jadi “Burung Kenari”

0
788
Ki - Ka: Diakon Faris, Diakon Herpin OFM, OFM, Diakon Jeri OFM, RP. Mikael OFM (Provinsial OFM Indonesia), Mgr. Paskalis OFM (Uskup Bogor), Diakon Charles OFM, Diakon Fery OFM, dan Diakon Marsel OFM. Foto: JPIC OFM Indonesia
JAKARTA– jpicofmIndonesia.com Kabar gembira diterima dan dirayakan Gereja Indonesia, khususnya Persaudaraan OFM Provinsi St. Mikael Malaikat Agung Indonesia.
Enam frater Ordo Saudara Dina itu ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Keuskupan Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM di Kapela Biara Klaris-Pacet, Kamis, 25/4/19.
Adapun kleenam diakon yang ditahbiskan adalah, Diakon Charles Lelu U.S.A. Talu, OFM (Charles), Diakon Anicetus Evaristus Jebada, OFM (Faris), Diakon Yulius Fery Kurniawan OFM (Fery), Diakon Marselinus Kabut, OFM (Marsel), Diakon Gregorio W. Ranus, OFM (Jeri), Diakon Rupertus Herpin Hormat, OFM (Herpin).
Jadi “Burung Kenari”
Mgr. Paskalis mengawali khotbahnya dengan mengutip kisah St. Fransiskus Assisi dan burung kenari dari buku berjudul “Fransiskus: Perjalanan dan Impian” karangan Murray Bodo.
Mgr. Paskalis bercerita, pada suatu ketika Fransiskus merasa gundah gulana lantaran kelemahan perilaku beberapa saudara yang mengabaikan hidup persaudaraan. Impian atau mimpi indahnya untuk menepati Injil Suci ternyata menjadi kabur lantaran ada saudara yang lebih suka menahan kenikmatan mimpi itu untuk diri mereka sendiri.
Di tengah kegalauannya, seekor burung kenari kecil hinggap di ambang jendela pertapaannya. Dengan kicauannya yang merdu, burung itu bernyanyi riang sambil melompat kesana kemari dengan bebas tanpa menghiraukan kehadiran Fransiskus.
Diam-diam, ia memerhatikan tingkah penyanyi cilik yang mengasyikkan itu. Dia terpesona dan sejenak melupakan kegelisahan tentang persaudaraan. Sewaktu burung itu kembali terbang mengangkasa, Fransiskus segera menyadari bahwa begitulah seharusnya kesaksian yang harus didengar dan dilihat oleh dunia dari seorang saudara dina.
“Saya mohon kepadamu para saudara diakon. Hendaklah kalian menjadi seperti burung kenari bagi semua orang yang kalian jumpai di dunia ini. Kalian harus bernyanyi dan memuji Allah dengan kebebasan yang memesona, sehingga siapa saja yang melihat kalian diantar untuk mengingat kebesaran Allah. Kesediaan menjadi seekor burung kenari di ambang jendela hati setiap orang adalah kerendahatian yang dibutuhkan darimu para saudara diakon!” pesan Mgr. Paskalis.
Sementara itu, Diakon Charles Lelu U.S.A. Talu, OFM yang membawakan sambutan mewakili para diakon menjelaskan motto yang mereka pilih: “Kamu semua adalah saksi dari semuanya ini,” (Luk. 24:48).
“Seperti perintah Tuhan pada hari ini, inilah impian kami berenam, yaitu diutus menjadi saksi Kristus dengan menjadi pewarta kabar baik dan damai bagi segala makhluk,” ungkap diakon asal Manggarai ini.)***
Sdr. Sulaiman Ottor, OFM

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here