Doa Bapa Kami Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan

0
424
Ibadat di lahan pertanian. Foto: Ekopastoral Frasniskan

Bapa Kami….yang selalu membela mereka yang lemah, tidak berdaya,  yang miskin, terbuang, dan  yang sakit. Mereka, yang lanjut usia, yang muda,  yang belum lahir, juga  mereka yang  menjadi korban  keadaan sekitar karena harus menahan  terik mentari  sepanjang hari.

Yang ada di surga….di mana segala sesuatu akan terbalik, yang pertama akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang pertama,  tetapi jika  setiap sikap dan tindakan  adalah baik, maka semua juga akan menjadi baik.

Dimuliakanlah nama-Mu….semoga kami selalu menyadari kekudusan-Mu, menghargai bahwa jalan-Mu bukanlah jalanku dan ukuran-Mu bukanlah ukuranku. Semoga hormat kepada nama-Mu yang  kami berikan,  membantu kami untuk berani keluar dari  sikap cinta diri yang mencegah kami melihat  sesama  yang menderita.

Datanglah kerajaan-Mubantulah kami untuk menciptakan sebuah dunia  yang mengatasi kepentingan dan cinta diri dan yang bebas dari sakit hati. Semoga kami mampu berlaku adil, mencintai dengan kelembutan hati dan bersikap rendah hati terhadap  Engkau dan sesama kami.

Terjadilah kehendak-Mubukalah hati kami untuk membiarkan Engkau masuk sehingga  kesatuan  penuh yang  menjadi ciri khas kehidupan-Mu mengalir dalam saluran nadi kami. Semoga kehidupan  yang  kami teruskan mampu memancarkan  cinta kasih  yang sama pada semua orang terutama cinta-Mu kapada mereka yang miskin dan menderita.

Di atas bumi seperti di dalam surga….semoga pekerjaan tangan kami,  tempat-tempat ibadah  dan bangunan-bangunan  yang kami bangun di dunia ini mencerminkan  tempat ibadat dan bangunan dari kemuliaan-Mu sendiri sehingga sukacita, kelembutan dan keadilan dari Surga akan terlihat dalam semua  bangunan yang  kami bangun  di bumi ini.

Berilah…cinta dan hidup bagi  kami agar  kami  selalu melihat segala sesuatu  sebagai anugerah. Bantulah kami untuk mengerti bahwa tak satu pun yang datang dengan sendirinya  kepada kami. Kami harus memberi sebab kami telah diberi.  Semoga   kami menyadari bahwa  memberi kepada orang miskin bukan karena mereka membutuhkannya tetapi karena kesejahteraan yang kami miliki tergantung pada  apa yang kami berikan kepada mereka.

Kami……adalah sungguh majemuk. Semoga kami memberi tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk setiap orang termasuk mereka yang sangat berbeda pandangan dengan kami. Mampukanlah kami memberikan pemberian yang adil kepada semua orang.

Hari ini….bukan  hari esok. Semoga kami tidak  memaksakan  segala sesuatu ke dalam  hal-hal tidak pasti sehingga kami mampu  meneruskan kehidupan yang lebih adil untuk menghadapi kehidupan yang tidak adil. Sebab kami seringkali dengan mudah membuat alasan untuk membenarkan diri atas  ketidak-aktifan kami.

Makanan kami sehari-hari….semoga setiap orang di seluruh  dunia cukup mendapatkan makanan, air bersih, terpelihara kesehatan dan terpenuhi pendidikannya sehingga mampu untuk hidup sehat. Ajarilah kami untuk memberi dari apa yang kami makan dan tidak hanya  dari kelebihan kami.

Dan ampunilah kesalahan kami….ampunilah kebutaan kami terhadap sesama dan yang hanya terlalu sibuk dengan urusan diri sendiri, bersikap diskriminatif karena suku, gender dan kecenderungan kami  yang tidak tersembuhkan yaitu  selalu khawatir terhadap diri dan milik kami sendiri. Ampunilah kami karena tak membuka mata hati dalam melihat berita-berita  di sore hari dan tidak peka untuk  berbuat sesuatu untuk menanggapinya.

Seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami….bantulah kami untuk mengampuni mereka yang bersalah kepada kami. Lembutkanlah jiwa kami agar dengan bertambahnya  usia, kami tidak tumbuh dalam  kepahitan melainkan  mau mengampuni kekurangsempurnaan orang tua kami, saudara-saudari, sahabat dan teman, yang dengan  cara mereka terkadang telah melukai, mengutuk  dan  tidak menghiraukan kami.

Tetapi bebaskan kami dari yang Jahat….  karena kebutaanlah  yang telah mengantar  kami untuk  terus-menerus terlibat  dalam cara-cara yang tidak kami ketahui sebelumnya. Sudah seharusnya kami tidak perlu melihat siapa yang mendapat sedikit dan siapa yang mendapat lebih banyak.  Amin. (The Holy Longing  – Ronald Rolheiser OMI).

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here