Hari Ketiga Magang, Ekopastoral Fransiskan Perkenalkan Ini ke Mahasiswa Faperta Undana

0
172
Pengenalan lokasi dan pengantar untuk membuat desain kebun dan analisa usaha tani bersama Yani Saju (staf bidang hortikultura). Foto: Ekospatoral Fransiskan

PAGAL, JPIC OFM Indonesia –  Hari ketiga magang (Senin, 22 Juli 2019) dari Mahasiswa Jurusan Agrobisnis Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana-Kupang (Faperta Undana), Ekospastoral Fransiskan memperkenalkan teknik mendesain  lahan terpadu (kebun impian) dan analisis usaha tani.

Koordinotar Ekopastoral Fransiskan Pastor Andre Bisa, OFM, sebagaimana dilansir ekopastoralfransiskanindonesia.id, mengungkapkan, pihaknya sengaja memperkenalkan kedua hal itu guna mendukung keberlanjutan dan kemandirian pertanian organik.

“Kami memperkenalkan ini untuk memudahkan pekerjaan menjadi lebih efektif, efisien dan produktif. Juga yang tidak boleh diabaikan dalam tata kerja seorang petani adalah selain tercukupi kebutuhan secara ekonomis, aspek ekologis serta ciri estetis dari pertanian perlu dilingkupi agar berkelanjutan dan menarik,” tutur Andre, sapaan akrabnya.

Secara sederhana, tambah alumnus STF Driyarkara itu,  para calon petani, petani pemula atau petani yang lama perlu merancang atau memikirkan kembali desain serta analisa  usaha agar dapat memastikan tersedia atau terpenuhinya semua kebutuhan pertanian seperti bahan baku pupuk dan pestisida, sumber gizi untuk keluarga, sumber pakan ternak.

Melihat kenyataan, papar dia (Andre-red), kondisi kebanyakan lahan sekarang belum lengkap dan belum bisa memenuhi kebutuhan dalam pertanian. Oleh karena itu, dalam kesempatan magang itu, para peserta magang perlu menempuh cara-cara sederhana yang ditawarkan oleh Ekopastoral demi lancarnya proses agribisnis.

Fluktuasi harga di pasar baik terhadap harga-harga sarana dan prasarana produksi dan harga jual produk usaha tani, juga menuntut analisis biaya dan pendapatan yang tidak bersifat tetap.  Demikian juga perkiraan biaya dan pendapatan akan berbeda dengan daerah lain karena adanya perbedaan agroklimat dan agroekonomi dari masing-masing daerah.)***

Sumber: ekopastoralfransiskanindonesia.id

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here