Anak-anak dan remaja harus dibantu untuk berhubungan kembali dengan dirinya sendiri, dengan orang lain, dan dengan alam, kata suster dan ekonom Perancis.
Suster Cécile Renouard, dari tarekat Asumpsionis, adalah seorang ekonom dengan gelar doktor filsafat politik. Dua tahun lalu, ia memulai Campus for Transition di Forges (Perancis) untuk melatih generasi masa depan menghadapi tantangan yang muncul di abad ke-21.
Suster Renouard berbicara kepada La Croix tentang pekerjaan dan visinya.
La Croix: Bagaimana masalah iklim bisa digunakan untuk tujuan pendidikan?
Sr. Cécile Renouard: Transisi ekologis, yang menyangkut gaya hidup kita dan model produksi dan konsumsi kita, membutuhkan perubahan budaya. Karena itu, ini merupakan masalah pendidikan. Masalahnya bukan hanya mengubah praktik kita yang sehari-hari, dengan lebih baik memilah sampah dan menghemat air dan listrik, tetapi juga memperbarui pemahaman kita tentang apa yang merupakan kehidupan yang baik sehingga transisi bukanlah suatu tekanan ekologis yang mendikte suatu standar dan proses pada kita. Pendidikan adalah hal yang mendasar, sejak usia dini, untuk membuat transisi iklim sesuatu yang juga diinginkan, dan untuk mengutamakan kualitas hubungan di atas kuantitas barang. Anak-anak dan remaja harus dibantu untuk berhubungan kembali dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan dengan alam.
LC: Inisiatif ekologis berkembang biak di sekolah-sekolah. Tetapi rasanya mereka sulit melampaui aksi simbolis. Apakah ini juga yang Anda lihat?
Sr. Cécile Renouard: Saya mau mengatakan bahwa kita kadang-kadang melekat pada tindakan simbolik. Tetapi simbol jauh dari tidak berguna, sebab dapat membantu kita menjadi sadar akan masalah-masalah yang sampai sekarang belum kita perhatikan.
Apa yang dibutuhkan, bagaimanapun, adalah rangkaian tindakan-tindakan kecil.
Menurut Shift Project, sebuah think tank di Perancis, menonton video-video online bertanggung jawab atas satu persen dari emisi gas rumah kaca global.
Demikian pula, ketika kita berbicara tentang perlunya mempertimbangkan kembali modus transportasi kita, harus diingat bahwa penerbangan Paris-New York menghasilkan 1,6 hingga 2 ton CO2 per orang.
Bandingkan hal ini dengan rekomendasi dari Perjanjian Iklim Paris, yang mengatakan bahwa jejak karbon harus dikurangi menjadi kurang dari 2 ton per orang per tahun di Perancis.

LC: Bagaimana dengan kurikulum sekolah menengah dan pendidikan tinggi?
Sr. Cécile Renouard: Di sekolah menengah pertama dan atas, program dan praktik tampaknya bergerak ke arah pendekatan yang lebih sistemik dan lintas bidang, misalnya, dalam bidang sejarah-geografi, filsafat, biologi, dan ilmu bumi.
Demikian pula, di pendidikan tinggi, kita menyaksikan tumbuhnya kesadaran dalam menanggapi gerakan mahasiswa yang menunjukkan kebangkitan ekologis.
Secara bertahap, kurikulum sedang diubah untuk mempersiapkan mahasiswa untuk profesi masa depan yang sejalan dengan transisi ekologis.
LC: Apakah pas bila orang-orang muda sekarang ini mendesak orang dewasa berubah?
Sr. Cécile Renouard: Anggap saja keliru mereka yang menyerang Greta Thunberg dengan mengatakan bahwa bukanlah bagi orang muda untuk mengajari kita tentang kehidupan.
Kita harus mendengarkan sektor orang muda yang mengajukan pertanyaan dan kekhawatiran ekologis. Kita harus menerima untuk didesak, tanpa segera menghadapi mereka dengan ketidakkonsistenan mereka.
Transisi iklim membutuhkan semua generasi, suatu transisi yang bisa dialami dari perspektif harapan, bukan hanya sebagai ancaman.

Sumber: https://international.la-croix.com/news/ecological-transition-requires-cultural-change/11715?utm_source=Newsletter&utm_medium=e-mail&utm_content=29-01-2020&utm_campaign=newsletter_crx_lci&PMID=9b82fc20e3eaba776a4581b9a0dd99e5

Lihat juga https://www.youtube.com/watch?v=zVhFY5WEkrE

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here