Thursday, September 19, 2019

[Puisi Nana Lalong] Sajak di Tiga Harilalu

/1/ Para Pembunuh Kopi kami tanam kopi datang kalian beriring-iringan mengarak chain saw, membabat dengan saleh: jaga hutan lindung babat pohon. Lelah membabat, kamu hirup kopi penuh selera diseduh dari air mata kami yang mendidih dalam panas api kebencian. Sisa...

[Puisi Nina Sulastriningrum ] Selalu di Hatiku

1/ Menunggumu Biar hati berselimut luka Senandung kesedihan pun tercipta Luka hati yang kian menjadi Suka, duka, datang, dan silih berganti   Detik waktu seakan tidak terhenti Terkenang masa indah yang telah usai Meski sakit yang kuhindari Di kala rindu datang...

BELAJAR MENJADI MANUSIA: Sebuah Pembacaan atas Novel O

“Siapakah manusia?” Ini sebuah pertanyaan penting filsafat manusia, yang jawabannya bisa merupakan sebuah kesunyian panjang. Manusia sangatlah kompleks untuk didefinisikan. Para filosof dalam sejarah filsafat ber­usaha memberikan jawaban. Beberapa usaha untuk menjelaskannya...

[Cerpen Marcellus Hia] Roda Kehidupan

Pintu depan rumah yang bercat biru itu sudah dua bulan tidak dibuka oleh pemilik­nya. Karena tidak seperti biasanya, menjadi tanda tanya besar bagiku, mengapa pintu rumah itu tidak pernah di­buka lagi,...

[Cerpen] Lelaki Pemuja Jejak di Nanga Rawa

LELAKI ITU menghabiskan seluruh waktunya di pantai. Hari berganti menjelma Minggu. Minggu bergulir menjadi bulan yang juga terus bergerak menjadi tahun. Lelaki itu seperti hanya membutuhkan satu ruang untuk waktu yang...

Tebing 2016, Puisi Gerard N. Bibang

tidak ada satu peristiwa apa pun dalam kehidupan yang dihuni oleh manusia ini yang tidak bersifat hijrah seandainya pun ada benda yang beku, diam dan seolah sunyi kekal ia tetap berhijrah dari jengkal...

ARTIKEL TERBARU

BANYAK DIBACA